CEGAH KANKER PAYUDARA SEBELUM MENGGEROGOTIMU
A.
PENDAHULUAN
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama
di dunia (Makassari, 2017) . Menurut organisasi kesehatan
dunia, diperkirakan 14,1 juta kasus kanker baru dan 8,2 juta kematian terjadi
di seluruh dunia pada tahun 2012. Beban
kanker bervariasi di wilayah geografis dan tingkat perkembangan manusia dan
ekonomi karena lebih dari setengah kasus baru dan dua-sepertiga dari semua
kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang (Sulma, 2014) . Kanker payudara adalah kanker invasif paling umum di
seluruh dunia dan juga merupakan penyebab utama kematian dari kanker pada
wanita (Han & Wonshik, 2014) .Perdarahan dapat menjadi gejala awal
suatu kanker dan kemudian dapat berhubungan dengan perkembangan klinis kanker (Andree,
Penatalaksanaan Perdarahan pada Kanker, 2013) . Menurut
Globocan, pada 2008 kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat pertama
dari semua kanker pada wanita,dengan angka insiden sebesar 36.2 dari 100.000
dan angka mortalitas 18,6/100.000.Berdasarkan rekomendasi dari ASCO (American Society of Clinical Oncology)
2006 panduan kanker payudara untuk manajemen dan evaluasi,pemeriksaan fisik dan
mamografi seharusnya digunakan secara rutin untuk surveilance kanker payudara (Andree & Nugroho, Tata
Laksana Kanker Payudara Relaps, 2012 ) .
B.
METODE
Metode
yang digunakan untuk mencegah
terjadinya kanker payudara sebagai berikut :
1)
SADARI
(Pemeriksaan Payudara Sendiri)
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dilakukan dengan
menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik atau
benjolan pada payudara. Metode yang digunakan sebagai berikut:
a)
Di
depan cermin
Menghadap
cermin,letakan kedua tangan di pinggul.Sambil berkaca,perhatikan bentuk dan
ukuran payudara.Perhatian juga warna putingnya.Ukuran dan bentuk payudara
idealnya tidak sama antara kanan dan kiri.Waspada bila salah satu payudara
bertambah besar atau berubah bentuk.
b)
Saat
mandi
Angkat
tangan ke belakang kepala.Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara
disisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian dengan
lembut.Lakukan pada payudara disisi lain.
c)
Posisi
tidur
Berbaring
dengan tangan kiri di bawah kepala.Letakkan bantal kecil di bawah
pungguh,rabalah seluruh permukaan payudara kiri,dengan gerakan memutar. Lakukan
pemeriksaan yang sama pada payudara kanan.
d)
Sambil
berbaring
Tempatkan
gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak.Temaptkan tangan kanan di
bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan lotion dan gunakan jari untuk meraba
payudara kanan.Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan
melingkar.Setelah satu lingkaran,geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh
permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.
Benjolan atau perubahan dapat disebabkan oleh banyak hal.
Dan hanya sedikit yang mengarah pada penyakit kanker.Metode ini bergantung pada
keterampilan pemeriksa.
2)
CBE
(Clinical Breast Examination) atau
Pemeriksaan Klinis Payudara
CBE adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan terlatih.Secara spesifik,CBE memberikan kesempatan kepada
tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi kanker payudara serta memberikan
penyuluhan pada wanita tentang kanker payudara,baik gejala klinis,faktor
resiko,serta peran peran deteksi dini untuk menurunkan angka kematian akibat
kanker payudara. Metode pemeriksaan yang digunakan sebagai berikut :
a)
Mamografi
Mamografi
adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar rontgen,untuk menemukan
tumor payudara sedini mungkin
b)
USG
(Ultrasonografi)
Pemeriksaan
USG merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan kanker menggunakan
gelombang suara. Tiap jaringan dengan kepadatan yang berberda akan
menggambarkan hasil penampakan yang berbeda pula. Pemeriksaan dengan USG
biasanya dilakukan apabila ditemukan adanya benjolan yang bertujuan untuk
membuktikan adanya massa kistik dan solid/padat yang mengarah pada keganasan
atau pada wanita di bawah usia 40 tahun.
c)
MRI(Magnetic Resonance Imaging)
MRI
meupakan metode skrining kanker payudara lebih sensitif dari pada mamografi.Caranya
pasien di suntikan agen kontras atau semacam cairan yang akan mengeluarkan
warna. Kemudian pasien dimasukan ke dalam lorong dan ditembakkan daya magnet
yang akan menghasilkan warna tertentu pada jaringan yang telah diinjeksi agen
kontras. Akhirnya,akan didapat gambaran struktur,bentuk dan komposisi payudara
secara lebih detail bahkan bisa menangkap adanya sel yang sudah mengarah menuju
kanker
d)
Termografi
Payudara
Termografi
ini relatif aman karena tidak menimbulkan radiasi,tanpa injeksi ataupun
penekanan apapun. Dengan memanfaatkan digital infra-red thermal imaging,akan didapat pola panas normal dan tak
normal yang dihasilkan oleh adanya sel kanker. Caranya, pasien cukup berdiri di
depan alat termografi. Kemudian petugas akan merekam pola panas payudara. Bila
terdapat warna merah (tanda suhu tinggi), maka terdapat aktivitas sel tumor.
C.
HASIL
Hasil
yang di dapatkan dari kedua metode
diatas kurang efektif disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap
program dan cara pelaksanaan dalam metode SADARI. Sedangkan pada Metode CBE
akibat mahalnya biaya dan terbatasnya fasilitas pelayanan sehingga pasien
penderita kanker payudara terus bertambah.
D.
KESIMPULAN
Berdasarkan pernyataan di atas menunjukan bahwa
pencegahan kanker payudara perlu ditingkatkan, yang mengakibatkan jumlah
penderita kanker payudara yang terus bertambah. Untuk penanggulangan kanker
payudara perlu dilakukan edukasi pencegahan dan deteksi dini melalui pendidikan/penyuluhan
melalui media sosial elektronik,program pemeriksaan payudara sendiri (SADARI),
dan pemeriksaan payudara klinis. Kemudian, dibutuhkan kemajuan teknologi maupun
fasilitas untuk pengendalian dan pengobatan kanker payudara yang efektif sehingga
dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara.
DAFTAR PUSTAKA
Bibliography
Andree, K. (2013). Penatalaksanaan Perdarahan pada
Kanker. Indonesian Journal of Cancer , 153-158.
Andree,
K., & Nugroho, P. (2012 ). Tata Laksana Kanker Payudara Relaps. Indonesian
Journal of Cancer , 87-92.
Han,
B. L., & Wonshik, H. (2014). Unique Features of Young Age Breast Cancer
and Its Management. Journal of Breast Cancer , 301-307.
Makassari,
D. (2017). Sebaran Kanker di Indonesia,Riset Kesehatan Dasar 2007. Indonesian
Journal of Cancer , 1-8.
Sulma,
I. M. (2014). International Journal of Cancer and Clinical Research- Commited
to Ensure Quality Publication in Cancer Research. International Journal of
Cancer and Clinical Research , 1-2.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT
BLOG PRIBADI
Bagus saya jadi dapat informasi baru
BalasHapusDengan adanya artikel ini saya lebih menjaga untuk pencegahan diri saya sendiri
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusBagus sekali, semoga semakin banyak pakar pakar untuk memecahkam berbagai macam penyakit
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusJadi lebih bisa menjaga kesehatan, makasih informasinya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu dan bermanfaat
BalasHapusTerimakasiii ilmunya
BalasHapusinformasi yang di sajikan Bagus sekali dan bermanfaat:)
BalasHapusNicee pisann
BalasHapus