Minggu, 05 Januari 2020

Karya Novalia Putri Ramadhan

CEGAH KANKER PAYUDARA SEBELUM MENGGEROGOTIMU

A.    PENDAHULUAN
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia (Makassari, 2017). Menurut organisasi kesehatan dunia, diperkirakan 14,1 juta kasus kanker baru dan 8,2 juta kematian terjadi di seluruh dunia pada tahun 2012. Beban kanker bervariasi di wilayah geografis dan tingkat perkembangan manusia dan ekonomi karena lebih dari setengah kasus baru dan dua-sepertiga dari semua kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang (Sulma, 2014). Kanker payudara adalah kanker invasif paling umum di seluruh dunia dan juga merupakan penyebab utama kematian dari kanker pada wanita (Han & Wonshik, 2014).Perdarahan dapat menjadi gejala awal suatu kanker dan kemudian dapat berhubungan dengan perkembangan klinis kanker (Andree, Penatalaksanaan Perdarahan pada Kanker, 2013). Menurut Globocan, pada 2008 kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat pertama dari semua kanker pada wanita,dengan angka insiden sebesar 36.2 dari 100.000 dan angka mortalitas 18,6/100.000.Berdasarkan rekomendasi dari ASCO (American Society of Clinical Oncology) 2006 panduan kanker payudara untuk manajemen dan evaluasi,pemeriksaan fisik dan mamografi seharusnya digunakan secara rutin untuk surveilance kanker payudara (Andree & Nugroho, Tata Laksana Kanker Payudara Relaps, 2012 ).

B.     METODE
Metode yang digunakan untuk mencegah terjadinya kanker payudara sebagai berikut :
1)      SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik atau benjolan pada payudara. Metode yang digunakan sebagai berikut:
a)      Di depan cermin
Menghadap cermin,letakan kedua tangan di pinggul.Sambil berkaca,perhatikan bentuk dan ukuran payudara.Perhatian juga warna putingnya.Ukuran dan bentuk payudara idealnya tidak sama antara kanan dan kiri.Waspada bila salah satu payudara bertambah besar atau berubah bentuk.
b)      Saat mandi
Angkat tangan ke belakang kepala.Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara disisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian dengan lembut.Lakukan pada payudara disisi lain.
c)      Posisi tidur
Berbaring dengan tangan kiri di bawah kepala.Letakkan bantal kecil di bawah pungguh,rabalah seluruh permukaan payudara kiri,dengan gerakan memutar. Lakukan pemeriksaan yang sama pada payudara kanan.
d)     Sambil berbaring
Tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak.Temaptkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan lotion dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan.Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar.Setelah satu lingkaran,geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.
Benjolan atau perubahan dapat disebabkan oleh banyak hal. Dan hanya sedikit yang mengarah pada penyakit kanker.Metode ini bergantung pada keterampilan pemeriksa.
2)      CBE (Clinical Breast Examination) atau Pemeriksaan Klinis Payudara
CBE adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.Secara spesifik,CBE memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi kanker payudara serta memberikan penyuluhan pada wanita tentang kanker payudara,baik gejala klinis,faktor resiko,serta peran peran deteksi dini untuk menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Metode pemeriksaan yang digunakan sebagai berikut :
a)      Mamografi
Mamografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar rontgen,untuk menemukan tumor payudara sedini mungkin
b)      USG (Ultrasonografi)
Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan kanker menggunakan gelombang suara. Tiap jaringan dengan kepadatan yang berberda akan menggambarkan hasil penampakan yang berbeda pula. Pemeriksaan dengan USG biasanya dilakukan apabila ditemukan adanya benjolan yang bertujuan untuk membuktikan adanya massa kistik dan solid/padat yang mengarah pada keganasan atau pada wanita di bawah usia 40 tahun. 
c)      MRI(Magnetic Resonance Imaging)
MRI meupakan metode skrining kanker payudara lebih sensitif dari pada mamografi.Caranya pasien di suntikan agen kontras atau semacam cairan yang akan mengeluarkan warna. Kemudian pasien dimasukan ke dalam lorong dan ditembakkan daya magnet yang akan menghasilkan warna tertentu pada jaringan yang telah diinjeksi agen kontras. Akhirnya,akan didapat gambaran struktur,bentuk dan komposisi payudara secara lebih detail bahkan bisa menangkap adanya sel yang sudah mengarah menuju kanker
d)     Termografi Payudara
Termografi ini relatif aman karena tidak menimbulkan radiasi,tanpa injeksi ataupun penekanan apapun. Dengan memanfaatkan digital infra-red thermal imaging,akan didapat pola panas normal dan tak normal yang dihasilkan oleh adanya sel kanker. Caranya, pasien cukup berdiri di depan alat termografi. Kemudian petugas akan merekam pola panas payudara. Bila terdapat warna merah (tanda suhu tinggi), maka terdapat aktivitas sel tumor.

C.    HASIL
Hasil yang di dapatkan dari kedua metode diatas kurang efektif disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap program dan cara pelaksanaan dalam metode SADARI. Sedangkan pada Metode CBE akibat mahalnya biaya dan terbatasnya fasilitas pelayanan sehingga pasien penderita kanker payudara terus bertambah.

D.    KESIMPULAN
Berdasarkan pernyataan di atas menunjukan bahwa pencegahan kanker payudara perlu ditingkatkan, yang mengakibatkan jumlah penderita kanker payudara yang terus bertambah. Untuk penanggulangan kanker payudara perlu dilakukan edukasi pencegahan dan deteksi dini melalui pendidikan/penyuluhan melalui media sosial elektronik,program pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), dan pemeriksaan payudara klinis. Kemudian, dibutuhkan kemajuan teknologi maupun fasilitas untuk pengendalian dan pengobatan kanker payudara yang efektif sehingga dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara.


DAFTAR PUSTAKA

 

Bibliography


Andree, K. (2013). Penatalaksanaan Perdarahan pada Kanker. Indonesian Journal of Cancer , 153-158.
Andree, K., & Nugroho, P. (2012 ). Tata Laksana Kanker Payudara Relaps. Indonesian Journal of Cancer , 87-92.
Han, B. L., & Wonshik, H. (2014). Unique Features of Young Age Breast Cancer and Its Management. Journal of Breast Cancer , 301-307.
Makassari, D. (2017). Sebaran Kanker di Indonesia,Riset Kesehatan Dasar 2007. Indonesian Journal of Cancer , 1-8.
Sulma, I. M. (2014). International Journal of Cancer and Clinical Research- Commited to Ensure Quality Publication in Cancer Research. International Journal of Cancer and Clinical Research , 1-2.



TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT
BLOG PRIBADI

11 komentar: